Posts

3 (Tiga)

Banyak orang berpikir bahwa Bara gila. Bara jatuh cinta pada seorang gadis yang sudah berdua. Tidak sedikit yang menganggap Bara adalah orang ketiga. Namun Bara tidak pernah mau dengar apa kata mereka.
Gadis itu bernama Kiara, cinta pertamanya semasa SMP. Kiara adalah satu-satunya gadis yang mau duduk satu bangku dengan Bara remaja yang saat itu berbadan gemuk dan dicap pecundang. Kiara adalah satu-satunya gadis yang mau menolong Bara memahami angka-angka, saat yang lain memandang laki-laki itu dengan sebelah mata. Namun, hanya setahun mereka ditempatkan di kelas yang sama. Di kelas delapan dan sembilan, Kiara tidak satu kelas lagi dengan Bara. Ia hanya sesekali menyapa Bara jika berpapasan di koperasi sekolah.
Dua tahun lamanya Bara mengagumi Kiara dari jauh, melihat Kiara mulai menjadi idola sekolah. Hingga saat masa putih biru harus berakhir, Bara dan Kiara terpisah karena gadis itu melanjutkan sekolah di luar kota. Meski jauh dan berusaha untuk jatuh cinta lagi, hati kecil Bara t…

2 (Dua)

Sejak kecil, Kiara diajarkan oleh ibunya untuk saling berbagi dengan sesama. Apapun, apapun yang Kiara punya. Entah bekal makan siang yang dibawanya dari rumah, atau tugas yang sudah ia kerjakan semalam suntuk. Tak peduli apapun itu, baik atau tidak, Kiara senang berbagi. Ibunya tidak pernah tahu, kebiasaan berbagi Kiara terkadang memang melewati batas.
Cinta bukanlah sesuatu yang mendapatkan pengecualian dari kebiasaan berbagi Kiara. Bagi Kiara, cinta tentu dapat dibagi. Cinta terlalu besar bagi Kiara untuk ia nikmati sendiri. Semula, Kiara hanya membagi cintanya untuk Mama, Papa, Kak Karina, anjingnya, dan sahabat-sahabatnya. Namun karena seiring dengan tumbuhnya diri Kiara menjadi seorang gadis yang memasuki masa remaja, Kiara mengenal bentuk cinta yang lain. Cinta yang kata orang tidak boleh dibagi. Cinta yang kata orang hanya untuk satu orang saja.
Saat Kiara tumbuh dewasa, ia patahkan ucapan orang-orang mengenai cinta yang tidak boleh dibagi itu. Seperti remaja pada umumnya, Ki…

1 (Satu)

Belum lama ini, Keanu berhasil menjadi seseorang yang selalu menerima predikat terbaik di manapun ia berada. Menjadi pengurus terbaik di dalam himpunan mahasiswa, ketua pelaksana dengan acara paling berhasil di fakultas, hingga mahasiswa peraih IPK tertinggi di angkatannya. Ya, saat ini, Keanu tengah menjadi si mahasiswa nomor satu.
Popularitasnya pun menanjak ketika ia menjadi bagian dari panitia penerimaan mahasiswa baru di fakultas. Banyak adik tingkat yang menyukainya, baik diam-diam maupun secara terang-terangan. Maka jadilah ia idola yang nomor satu di lingkungan kampus.
Belum habis euforia masa penerimaan mahasiswa baru, adik-adik tingkat Keanu dibuat patah hati. Foto yang diunggah Keanu bersama pacar barunya, Kiara, jadi penyebab. Kiara adalah seorang mahasiswi cantik yang berkuliah di universitas tetangga. Ia merupakan seorang gadis populer dengan jumlah pengikut media sosial yang sangat banyak. Tak sedikit pula laki-laki yang kecewa karena Kiara akhirnya ada yang punya.
Kea…

0 (Nol)

May jatuh cinta pada seorang laki-laki. Layaknya anak remaja pada umumnya, laki-laki yang May cintai bukan siapa-siapa. Laki-laki itu hanya seorang siswa SMA biasa, sama seperti May. Namanya Keanu, dan ia teman sekelas May.
Cinta May tak bertepuk sebelah tangan rupanya. Tak lama setelah May diam-diam menaruh kue blueberry buatannya di loker Keanu, keduanya mulai dekat. May jadi sering menemani Keanu berlatih futsal, dan Keanu jadi sering menjemput May sepulang les bahasa Inggris. 
Perhatian May berhasil membuat perasaan Keanu yang semula hanya nol, menjadi seratus. Keanu rasa, May adalah gadis baik yang pantas untuk ia miliki. Selain itu, May pun terlihat manis di mata Keanu. Maka ketika suatu hari Keanu menjemput May sepulang les bahasa Inggris seperti biasa, laki-laki itu mengutarakan perasaannya pada May. May yang sudah sejak lama jatuh cinta tentu menerima.
Hubungan keduanya berjalan cukup lama. Sejak masih duduk di bangku SMA, hingga masa perkuliahan akhirnya tiba. Beruntung, Ke…

Tale of Princess Moonlight Brown

Once upon a time, there was a beautiful little princess named Moonlight. She was the first daughter of King and Queen Brown, the ruler of Brook Land. Princess Moonlight had an elder brother named Nicholas who would be the heir of Brook's throne. 
People of Brook Land knew Princess Moonlight as a cheerful and friendly young lady. She wasn't arrogant and always gave her sweetest smile and waved her hand while her people were acclaiming her name. Helping the poor and teaching the children of farmers to read were her habit. No wonder if Brook Land's people and her family loved her.
As the time goes by, Princess Moonlight grew up into a graceful woman. Unfortunately, Princess Moonlight wasn't as cheerful as ever. It happened because she only had a little time for being herself. Various lessons about manners and queen things in the castle made her had no time for her people. People of Brook Land started to miss her, but Princess Moonlight should obey her father's orders…

Kapan Kalian Bahagia untuk Diri Kalian Sendiri?

Tulisan ini kubuat sebagai selingan di tengah-tengah kemumetan menyusun skripsi. Hahaha istilah menyusun skripsi yang barusan kupakai seolah aku sudah menyentuh Bab III atau bahkan Bab V. Padahal, menyelesaikan Bab I saja belum.

Pffft.

Lantas, mengapa aku membuat tulisan ini di tengah-tengah kewajibanku yang menanti?

Entah, aku merasa ingin mencurahkan ini semua di jurnal online-ku yang sudah lama tidak kusentuh ini. Curhat yang ingin kubungkus secara serius ini mengenai...

Kapan kita punya hak untuk bahagia untuk diri kita sendiri?

Bukan, ini bukan tulisan seputar remaja dewasa yang putus asa pada hidup karena belum menemukan cinta. Meh, aku sedang tidak ingin membahas topik yang satu itu (hmm mentang-mentang punya pacar). Bukan. Melainkan tentang hal-hal lain yang nyatanya menjadi konsentrasi utamaku setelah hampir menyentuh garis finish di dunia perkuliahan.

Jadi, akhir-akhir ini aku mendengarkan sedikit curhat teman-temanku yang mayoritas perempuan tentang masa depan mereka. Mungki…

Don't Find The Right One, Be The Right One

Beberapa orang memilih untuk tetap sendiri dengan dalih belum menemukan orang yang tepat. Benar memang, karena kita tak mungkin memaksakan kaki kita pada sepatu yang kekecilan. Tak mungkin pula kita memasangkan cincin yang kebesaran di jemari kita yang sekecil korek api. Seperti itu analogi mudahnya. Namun tak adakah keinginan untuk menjadi orang yang tepat itu sendiri? Seperti menambahkan volume badan untuk pas dengan baju yang agak longgar?Mengurangi sedikit angka lingkar pinggang agar bisa pas dengan celana yang ukurannya lebih kecil? Kamu pasti akan melakukan hal itu jika baju dan celana yang ada di tanganmu adalah pakaian yang kamu sukai, kan? Atau kamu masih tetap akan melepasnya dan mencari-cari pakaian yang sama di toko lain dengan ukuran yang pas? Tak ada yang salah dengan keputusan itu karena itu adalah hakmu. Namun jangan merasa lara jika celana dan baju itu ternyata tak ada di toko lain, dan ketika kamu kembali ke toko semula, kedua pakaian itu sudah tidak ada, ya? Aku tak a…